Epic Big Win
Berita Bola, Balapan, Basket, Gadget dan Travel

- Advertisement -

- Advertisement -

Masalah Jepang di Masa Depan: Banyakan Rumah ketimbang Orang

2

ICNGroup – Jepang punya masalah berupa laju pertumbuhan penduduk yang sedikit. Artinya, di masa depan ada potensi lebih banyak rumah di Jepang ketimbang orangnya.

Dilansir dari BBC, Selasa (5/11/2019), kini 20 persen penduduk Jepang berusia 70 tahun dengan tingkat kelahiran yang menurun. Di masa depan nanti, Jepang bakal menghadapi masalah properti yang membuat rumah-rumah di sana lebih banyak dibanding penduduknya.

 

Penurunan populasi dialami beberapa negara, termasuk Negeri Sakura. Pada tahun 2018 lalu Jepang mencatatkan jumlah kelahiran bayi terendahnya sepanjang abad ke-20.

Proses regenerasi yang menjadi masalah di Jepang diikuti oleh masalah properti. Masalah properti itu disebut ‘akiya’, yakni rumah-rumah yang ditinggalkan tanpa pewaris atau tidak ada penyewa baru.

Masalah Jepang di Masa Depan: Lebih Banyak Rumah Dibanding Orang

Di tahun 2018, 13,6 persen rumah-rumah di Jepang terdaftar sebagai ‘akiya’. Orang-orang Jepang pun menghindari mewarisi rumah-rumah dari orang-orang tuanya karena pajak yang tinggi. Bagi mereka, lebih baik menyewa apartemen dengan harga yang lebih terjangkau.

Rumah-rumah ‘akiya’ di Jepang tercatat ada di Prefektur Tokyo, Okayama, hingga di Kumamoto di ujung selatan Jepang. Di daerah pedesaan, rumah-rumah kosong yang ditinggalkan pun sangat banyak!

Selain itu, pihak pemerintah Jepang belum punya keputusan soal menanggulangi rumah-rumah ‘akiya’. Dihancurkan atau direnovasi? Serta harus izin ke mana jika tak ada ahli waris rumahnya.

Satu-satunya cara (mungkin cara terburuk) adalah membiarkan rumahnya hancur diterjang bencana alam seperti banjir atau kena angin topan. Sebabnya, kebanyakan rumah yang ditinggalkan masih memakai arsitektur zaman dulu berupa dari kayu.

Masalah Jepang di Masa Depan: Lebih Banyak Rumah Dibanding Orang

Pemerintah Jepang sebenarnya juga sudah mengakali rumah-rumah kosong misalnya memberi tunjangan tambahan, pajak yang sedikit, dan pemeliharaan rumah. Tapi tampaknya hal itu belum mampu menggoda warganya.

“Angka populasi yang terus menurun akan menimbulkan banyak masalah, seperti banyaknya rumah-rumah kosong. Apalagi dari pedesaan yang anak-anak mudanya pindah ke kota-kota besar di Jepang. Perlu ada soulusi kepada generasi baru nanti dan jangan sampai banyak rumah atau mungkin desa yang kosong karena tak ada penduduknya,” kata profesor sains dan teknik dari Universitas Toyo, Chie Nozawa.