Epic Big Win
Berita Bola, Balapan, Basket, Gadget dan Travel

- Advertisement -

- Advertisement -

Overhyped, Pujian untuk McTominay Dianggap Berlebihan

4

KRATOSPLAY – Gelandang muda Manchester United, Scott McTominay dituding tidak sebaik yang dinilai KRATOSPLAY oleh banyak orang. Pujian-pujian terhadap McTominay mungkin sedikit berlebihan.

Gelandang 22 tahun ini menembus tim inti MU pada musim 2017/18 lalu, di bawah Jose Mourinho. Sejak itu, McTominay terus menjadi pilihan utama di lini tengah, bahkan di era Ole Gunnar Solskjaer sekarang.

Teranyar, McTominay terlibat dalam salah satu proses gol MU ketika mengalahkan Brighton 3-1 akhir pekan lalu. Permainannya impresif tidak hanya di lini tengah, tapi juga saat membantu lawan.

Performa apik McTominay ini memancing komentar Darren Bent, mantan pemain Timnas Inggris.

Overhyped?
Bent mengaku kagum terhadap potensi McTominay, gelandang muda dengan seperangkat kemampuan penting. Biar begitu, dia merasa penilaian terhadap McTominay sudah terlalu berlebihan. Hal ini bisa mengganggu fokus sang pemain.

“Dia bagus. Dia pemain yang sangat bagus,” buka Bent kepada Express.

“Saya menyukainya, saya pun berpikir dia bermain sangat baik. Namun, saya kira dia dipuji sedikit berlebihan.”

“Performanya brilian, saya kira dia telah menjadi salah satu pemain inti MU. Biar begitu, saya pikir mereka tidak merencanakan ini, hanya terjadi begitu saja,” imbuhnya.

Cedera McTominay
Sayangnya, McTominay meninggalkan duel kontra Brighton lebih awal. Gelandang Skotlandia ini tampak cedera pergelangan kaki, entah separah apa kondisinya.

“Pergelangan kakinya cedera, terkadang itu menyakitkan. Saya pernah mengalaminya. Saat itu saya menepi delapan pekan, tapi terkadang bisa kembali setelah dua pekan, saya tidak tahu,” kata Solskjaer.

“Dia bakal menjalani proses evaluasi besok, setelahnya kita lihat apa yang terjadi. Namun, tampaknya itu benar-benar menyakitkan, meski Scotty tidak berguling-guling di lapangan.”

“Dia bukan pemain yang senang berguling-guling di lapangan, karena itulah dia mungkin benar-benar cedera. Semua pemain yang berpura-pura jatuh biasanya tidak benar-benar cedera,” tutupnya.