Epic Big Win
Berita Bola, Balapan, Basket, Gadget dan Travel

- Advertisement -

- Advertisement -

Sepang, Saksi Hancurnya Pertemanan Valentino Rossi dan Marc Marquez

4

ICNBET – Para penghuni paddock MotoGP akan kembali turun lintasan dalam seri ke-17 yang akan digelar di Sirkuit Sepang, Malaysia, pada 1-3 November 2019. Sepang, yang menggelar ajang Grand Prix motor dunia sejak 1999, kerap menjadi momen-momen bersejarah di kejuaraan tersebut.

Salah satunya tentu saja peristiwa ‘Sepang Clash’ antara Valentino Rossi dan Marc Marquez, yang tadinya justru berteman baik. ‘Sepang Clash’ tak dimungkiri merupakan salah satu peristiwa paling kontroversial dalam sejarah MotoGP, dan pastinya takkan mudah dilupakan orang.

‘Sepang Clash’ terjadi pada 2015, yakni sepekan setelah pekan balap MotoGP Australia di Sirkuit Phillip Island, di mana tujuh pebalap berbeda begitu sengit memperebutkan kemenangan, di antaranya Marquez, Rossi, Jorge Lorenzo, dan Andrea Iannone.

Di Australia, Marquez keluar sebagai pemenang, diikuti Lorenzo dan Iannone di posisi kedua dan ketiga, sementara Rossi duduk di posisi keempat. Usai balap Marquez pun banjir pujian karena sukses mengalahkan Lorenzo, yang kala itu merupakan rival terdekat Rossi dalam perebutan gelar dunia.

Bahkan, setelah menyelesaikan kegiatan di sirkuit, Marquez dan Rossi berpesta bersama untuk merayakan balapan mereka yang hebat, sebelum mereka bertolak ke Malaysia untuk menjalani balapan berikutnya. Siapa sangka hubungan mereka berubah total hanya beberapa hari setelahnya?

Panas Sejak Jumpa Pers

Marquez, Rossi, Lorenzo, dan Iannone diundang dalam sesi jumpa pers di Sepang pada Kamis, 22 Oktober 2015. Dalam sesi itu, Rossi secara mengejutkan menuduh Marquez sengaja bermain-main dengannya di Australia, serta menyebut Marquez dan dan Lorenzo bersekongkol untuk menjegal langkahnya merebut gelar dunia ke-10.

Seisi ruangan pers, termasuk Marquez pun tertawa mendengar pernyataan Rossi, mengira rider Italia hanya bergurau. Meski begitu, pernyataan Rossi mulai terbukti serius ketika ia menyatakan hal yang sama kepada semua media massa. Uniknya, pernyataan Rossi ini didukung oleh Iannone.

Ketegangan antara Rossi dan Marquez pun berlanjut di sesi latihan dan kualifikasi pada 23-24 Oktober, di mana keduanya saling membuntuti di lintasan demi mencari catatan waktu tercepat. Puncaknya pun terjadi di sesi balap, pada Minggu, 25 Oktober.

Dalam balapan tersebut, Marquez dan Rossi masing-masing start dari posisi kedua dan ketiga. Meski begitu, mereka ditinggalkan oleh Dani Pedrosa dan Lorenzo di depan, dan bertarung sengit memperebutkan posisi ketiga.

Senggolan Krusial

Peristiwa mengejutkan pun terjadi di pertengahan balap, ketika Rossi hendak menyalip Marquez di jalur dalam Tikungan 14. Keduanya bersenggolan, lalu Marquez terjatuh dan gagal finis. Rossi sendiri finis ketiga, namun diinvestigasi oleh Race Direction dengan dugaan menendang motor Marquez.

Usai upacara podium selesai, Rossi dipanggil oleh Race Direction dan dipertemukan dengan Marquez. Dalam rekaman candid yang tertangkap kamera sebelum pintu ruangan Race Direction tertutup, Marquez menyambut Rossi dengan berkata, “Tendangan yang bagus ya?”

Rossi sendiri mengaku tak berniat mencelakakan Marquez. “Dari rekaman helikopter, Anda bisa melihatnya dengan jelas. Stang kanannya menyentuh kaki kiri saya, membuat ban depannya selip,” ujar Rossi kepada GPOne kala itu.

Usai investigasi selesai, Race Direction menjatuhkan tiga poin penalti untuk Rossi. Padahal kala itu ia sudah mengantongi satu poin penalti dari Misano, di mana ia dinilai menghalang-halangi laju Lorenzo di sesi kualifikasi. Dengan koleksi empat poin penalti, Rossi pun harus start terbuncit di Valencia.

CAS Sempat Ikut Turun Tangan

Rossi tiba di Valencia hanya dengan keunggulan tujuh poin atas Lorenzo, dan gelar dunia yang sudah ada di depan matanya pun sirna ketika ia hanya mampu finis keempat setelah start dari posisi 26, sementara Lorenzo meraih kemenangan.

Ketika musim berakhir, Rossi pun membawa kasus ini ke Pengadilan Arbitrasi Olahraga (CAS) namun akhirnya menarik kasus tersebut usai pemeriksaan membutuhkan waktu enam bulan.

Rossi dan Marquez sempat berbaikan di MotoGP Catalunya, Spanyol, pada 2016 lalu, usai tewasnya rider Moto2, Luis Salom, pada pekan balap yang sama. Namun mereka kembali bersitegang setelah Marquez menabrak Rossi di Argentina pada 2018.

Keduanya kembali berjabat tangan di MotoGP Argentina pada April lalu, namun hubungan mereka tak pernah lagi kembali baik seperti dulu, sebelum ‘Sepang Clash’ terjadi.