Epic Big Win
Berita Bola, Balapan, Basket, Gadget dan Travel

- Advertisement -

- Advertisement -

Michelin Waspadai Kondisi Cuaca Jelang MotoGP Malaysia

4

SEPANG – Michelin bersiap untuk mengakhiri jadwal padat di Sirkuit Internasional Sepang, akhir pekan ini. Pemasok ban MotoGP itu bakal memanjakan para pembalap di tiga kelas berbeda dengan menyediakan karet ban yang dicocokkan dengan karakteristik lintasan pacuan kuda besi.

Setelah sirkus MotoGP menjalani balapan padat dalam lima minggu di Thailand, Jepang, dan Australia. GP Malaysia menandai balapan tersibuk dalam lima pekan terakhir. Dengan kondisi cuaca yang kerap berubah-ubah tidak mudah bagi Michelin untuk memasok ban.

Michelin setidaknya harus menyesuaikan ban yang memenuhi semua tuntutan lintasan sepanajng 5,5km dan memberi pengendara kinerja, daya tahan, dan konsistensi yang mereka butuhkan. Senyawa power slick lunak, sedang, dan keras dipilih untuk mengatasi permasalahan ini.

Simetris terdapat pada bagian depan dan asimetris untuk bagian belakang yang menampilkan sisi kanan yang lebih keras untuk mengatasi tekanan yang meningkat yang harus dihadapi oleh sisi ban pada sirkuit yang menantang ini. Lokasi tropis Malaysia berarti bahwa hujan hampir merupakan fitur harian, jadi ada kemungkinan hujan deras akan menutupi sirkuit di beberapa titik selama akhir pekan.

Dengan kemungkinan ini dan tuntutan trek yang kompleks, ban Power Rain dipilih dengan cermat untuk memberikan kinerja cuaca basah yang optimal. Berbagai senyawa lunak dan sedang untuk bagian depan dan belakang akan tersedia, dengan yang terakhir menampilkan desain asimetris dengan sisi kanan yang lebih keras.

Manajer Michelin, Piero Taramasso mengatakan ini merupakan akhir dari tur Asia dan Oceania yang panjang dan melelahkan ini hampir berakhir. Tetapi itu tidak berarti pihaknya bisa bersantai, sebab GP Malaysia merupakan trek yang sangat penting dan juga membutuhkan stabilitas penuh.

“Selama tiga peristiwa terakhir, kami memiliki cuaca yang sangat beragam, mulai dari hujan lebat hingga suhu tinggi dan kami sekarang berharap untuk menggulung semuanya menjadi satu akhir pekan di Malaysia, tetapi tanpa kedinginan yang kami alami di Australia!,” jelas Taramasso dikutip dari Roadracingworld, Rabu (30/10/2019).

“Kami mungkin memiliki lebih banyak data dari Sepang daripada sirkuit lain, tetapi itu masih merupakan trek yang menuntut, karena sangat teknis, memiliki permukaan abrasif dan biasanya aspal bisa sangat panas. Ini adalah salah satu tempat di mana ban menghadapi kemungkinan perbedaan terbesar dalam kondisi, tidak hanya selama akhir pekan, tetapi setiap jam, karena kita dapat memiliki hujan deras dan kemudian trek mengering dengan cepat. Karet yang benar diperlukan untuk bekerja dalam situasi itu dan dari pengujian intensif dan pengetahuan tentang sirkuit, kami tahu kami memilikinya,” pungkas Taramasso.