Epic Big Win
Berita Bola, Balapan, Basket, Gadget dan Travel

Kisah Tragis Atlet SEA Games dan Para Wanita yang Dituduh Tidak Perawan

23

Jakarta – Keperawanan masih menjadi hal yang dianggap ‘sakral’ dalam masyarakat, terutama di negara-negara timur. Perkara perawan atau tidak perawan kerap membuat wanita mendapatkan diskriminasi.

Tidak sedikit kasus wanita yang berakhir miris karena status keperawanan dipermasalahkan bahkan oleh suaminya sendiri. Ada yang sampai harga dirinya tercoreng bahkan sampai kehilangan nyawa togel online.

Berikut ini kisah-kisah miris hingga tragis yang dialami wanita karena dianggap sudah tidak perawan.

1. Atlet Senam SEA Games Didiskualifikasi karena Sudah Tidak Perawan

Kasus terbaru soal keperawanan terjadi pada Shalfa Avrila Siani, atlet senam untuk SEA Games 2019 Filipina yang kabarnya dipulangkan pelatih karena isu sudah tidak perawan. Orangtua remaja 17 tahun asal Kediri ini pun mengaku syok dan tidak terima dengan keputusan sang pelatih.

Ayu Kurniawati, ibu Shalfa, mengatakan pada 13 November 2019 mendapat telepon. Seseorang dari ujung telepon meminta agar Shalfa dijemput. Ayu pun bertanya mengapa Shalfa harus pulang.

“Bu, minta maaf, ini Shalfa harus pulang sekarang karena itu, Bu, dia sering keluar malam. Ini kelihatannya anaknya selaput daranya sudah sobek, seperti orang diperkosa,” ujar Ayu menirukan ujaran sang pelatih kepada detikcom, Jumat (29/11/2019).

Pada 20 November 2019, Ayu memeriksakan Shalfa ke RS Bhayangkara Kediri untuk memeriksakan soal keperawanan. Dan hasilnya, Shalfa masih perawan. Lewat telepon, Ayu mengabarkan kepada pelatih bahwa tuduhan bahwa Shalfa tidak perawan tidak benar. Namun pihak pelatih tidak percaya. Ayu akhirnya memutuskan Shalfa keluar dari pusat pelatihan dan tinggal di tempat kos.

Belakangan KONI Jatim menjelaskan bahwa pemulangan Salfa bukan karena status tidak perawan. Namun hal utama yang membuat dia tidak bisa berkompetisi karena tidak disiplin dan sering keluar malam.

2. Gagal Nikah karena Dipaksa Tes Keperawanan

Seorang wanita memilih membatalkan pernikahan karena tunangannya memaksa memeriksa selaput dara. Apalagi itu bukan harus dilakukan oleh dokter namun tunangan si wanita meminta ayahnya sendiri yang melakukan. Bukan cuma itu, hal yang dikatakan sebagai tradisi keluarga ini harus ditonton oleh orang lain. Kisahnya ini dibagikan lewat postingan di Reddit.

Sebelum dipinang tunangan, ia mengaku diminta untuk melakukan tradisi aneh agar bisa secara resmi bergabung dengan keluarga pasangan. Yakni untuk memeriksa keperawanan meski ia dan tunangannya tak pernah melakukan hubungan seks.

“Dia memberi tahuku sebelumnya bahwa dalam keluarganya ayahnya memeriksa keperawanan pengantin malam sebelum pernikahan. Aku tertawa karena ini terdengar seperti sangat bercanda. Tapi ternyata dia sangat serius. Dia ingin aku, malam sebelum menikah membuat kakiku dalam sebuah upacara kecil sehingga ayahnya bisa memeriksa selagi dia, saudara-saudaranya, dan pamannya bisa melihat dan tahu bahwa aku masih ‘suci’,” tulisnya.

Tentunya wanita tersebut merasa tidak nyaman untuk melakukan hal aneh itu. Namun tunangannya memaksa agar ia mau melawati prosesi itu. Akhirnya, logika si wanita mengatakan bahwa tradisi tersebut tidak bisa diterima dan memutuskan untuk mundur dari pernikahan.

3. Pengantin Wanita Bunuh Diri karena Dipaksa Suami Tes Keperawanan

Pada 2017, seorang wanita asal Tajikistan bernama Rajabbi Khurshed memilih bunuh diri karena tes keperawanan. Rajabbi diketahui menikah dengan pria berusia 40 tahun, Zafar Pirov, melalui perjodohan. Pirov memaksa istrinya melakukan tes keperawanan.

Setelah hasil tes keperawanan itu keluar, Pirov menolak mempercayainya. Dia malah ingin memiliki istri lagi karena tidak percaya pada hasil tes keperawanan Pirov. Tes keperawanan Pirov menyatakan bahwa wanita muda itu masih perawan.

Keluarga Khurshed mengungkapkan pada Radio Free Europe bahwa anak perempuan mereka pernah berbicara dia mendapatkan banyak tekanan dari suaminya. Dari surat wasiat terungkap, Khurshed tidak tahan lagi dengan sikap sang suami dan memutuskan bunuh diri.

Ibunda Khurshed, Fazila Mirzoeva menyebutkan bahwa anaknya adalah korban dari kekerasan dan fitnah. Oleh karena itulah mereka melaporkan Pirov ke pihak berwajib. Pirov pun didakwa atas tuduhan menjadi penyebab istrinya bunuh diri dan terancam hukuman delapan tahun penjara.

4. Pengantin Remaja Tewas Dicekik Suami karena Ketahuan Tak Perawan di Malam Pertama

Khanzadi Lashari diduga tewas di tangan suaminya sendiri, Qalandar Baksh dengan cara dicekik. Wanita 19 tahun ini masih berbalut gaun pengantin saat meregang nyawa di malam pertama pernikahannya.

Seperti diberitakan Daily Mail, Khanzadi dicekik Qalandar karena sang suami mengetahui kalau dia sudah tidak perawan. Sempat buron, pria 28 asal Pakistan ini akhirnya tertangkap setelah tertambak peluru polisi yang bersarang di kakinya.

“Qalandar sudah mengaku kalau dia telah membunuh istrinya dengan membelitkan selendang karena sudah tidak perawan kemudian dia pergi dari lokasi kejadian,” ungkap petugas kepolisian Sajjad Khokhar.

5. Remaja Diracun Ibu Sendiri karena Ketahuan Sudah Tidak Perawan

Pada November 2015, seorang remaja berusia 12 tahun dipaksa minum cairan pemutih oleh ibunya sendiri karena sudah tidak perawan akibat berhubungan seks. Remaja bernama Jasmine Archie itu pun meninggal setelah terjadi kerusakan parah pada organnya.

Sang ibu, Tunisia Archie, nekat meracuni anaknya karena tersulut amarah setelah Jasmine mengaku padanya kalau dia sudah tidak perawan. Seperti dikutip dari Fox News, Tunisia lalu menuangkan cairan pemutih ke mulut Jasmine sampai muntah-muntah.

“Tunisia bilang kalau dirinya menduduki dada putrinya sampai dia tidak bernapas,” jelas Detektif Warren Cotton yang menyelidiki peristiwa pembunuhan di Birmingham, Inggris, tersebut.

Pemeriksa medis mengatakan kalau Jasmine meninggal karena asphyxia alias kehabisan oksigen yang disebabkan sesak napas. Mirisnya lagi, kejadian mengerikan itu disaksikan adik Jasmine yang baru berusia 9 tahun.