Epic Big Win
Berita Bola, Balapan, Basket, Gadget dan Travel

Kalahkan Petarung Myanmar, Thathi Sekarang Fokus ke SEA Games 2019

15

JAKARTA – Priscilla Lumban Gaol sukses menjaga momentumnya saat tampil pada laga One Champhionship bertajuk Dawn of Valor di Istora Senayan, Jakarta. Petarung bebas putri andalan Indonesia itu sukses menang angka dari lawannya asal Myanmar, Bozhena Antoniyar.

Pada laga itu, Priscilla sempat mendapat kartu kuning akibat menendang lawannya yang sedang berusaha bangkit. Hal ini tak diperbolehkan dalam pertarungan ONE Championship. Namun, kondisi itu tidak membuatnya gentar. Buktinya, dia mampu tampil baik dan menutup pertarunga dengan kemenangan.

Keberhasilan ini sekaligus membuatnya merebut kemenangan ketujuh dari 11 pertandingan selama tampil di ajang One Chmphionship. Capaian itu sekaligus menjadi yang kedua dari tiga laganya sepanjang tahun ini. Jelas, dia mengaku sangat bahagia karena bisa menang di depan hadapan pendukungnya.

“Saya bersyukur bisa kembali meraih kemenangan di ONE. Saya sempat panik ketika mendapatkan kartu kuning. Tapi saya tidak ingin itu menjadi alasan saya down. Jadi, saya berusaha terus menekan lawan agar bisa mendapatkan poin yang banyak. Akhirnya saya berhasil mendapatkan kemenangan,” ucap Thathi – sapaan akrab Priscilla- usai pertandingan.

Thathi juga mengataka bahwa ini juga menjadi modal berharga sebelum tampil di ajang SEA Games 2019 di Filipina. Pasalnya, petarung bebas berusia 31 tahun itu sebenarnya juga sebagai atlet kickboxing Indonesia. Apalagi, dia menargetkan bisa mendapatkan medali emas di multi event terbesar di Asia Tenggara itu. Namun, Thathi mengaku masih harus meningkatkan permainannya lagi kedepan.

“Sebenarnya ini juga salah satu bagian dari persiapan saya untuk SEA Games. Memang cara bertarungnya One Chmphionship berbeda dengan Kickboxing, bedanya Kickboxing tidak menggunakan Sikut, dan kuncian, hanya tangan dan kaki yang di pergunakan,” ucap Thathi.
“Di SEA Games saya pasti ingin mendapatkan emas, tapi atlet kickboxing di Asia Tenggara hebat-hebat, termasuk dari Filipina dan Thailand. Jadi, saya akan mencoba mempelajari lawan lebih dulu nanti,” sambungnya.

Di pertarungan lain, Juara Gulat Nasional yang tak terkalahkan di dalam negeri Eko Roni Saputra meraih kemenangan perdananya di ONE Championship lewat sebuah kemenangan mengejutkan. Pria berusia 28 tahun asal Samarinda, Kalimantan Timur ini mengalahkan Kaji “Alpha” Ebinhhanya dengan membutuhkan waktu 19 detik.

Sementara itu, Stefer “The Lion” Rahardian juga membukukan kemenangan dengan mengalahkan rekan senegaranya Adrian “Papua Badboy” Mattheis. Petarung andalan Indonesia ini memenangi laga lewat putusan mutlak pada kelas catchweight 57 kilogram. Ini membuktikan kualitasnya sebagai bintang belum redup.

Pada laga utama Kiamrian “Brazen” Abbasov asal Kyrgyzstan berhasil merebut gelar ONE Welterweight World Championship dengan petrforma dominan atas pemegang gelar juara sebelumnya Zebaztian “The Bandit” Kadestam asal Swedia. Meski kedua petarung tampil sangat kuat, namun Abbasov mendapatkan nilai lebih besar dari lawannya itu.