Epic Big Win
Berita Bola, Balapan, Basket, Gadget dan Travel

5 Makanan Pencegah Kanker Payudara, Penyakit yang Diidap Femmy Permatasari

21

Jakarta – Artis senior Femmy Permata baru-baru ini didiagnosis mengidap penyakit kanker payudara. Ketakutan Femmy pada penyakit ini membuat dirinya hampir menyerah.

Saking takutnya, bahkan ia meminta dokter untuk menyuntik mati dirinya. Dalam sebuah video di youtube, Femmy mengatakan bahwa makanan yang selama dikonsumsinya merupakan pemicu kanker payudara tersebut. Femmy mengaku sering mengonsumsi junk food.

Ini bisa menjadi pembelajaran bagi banyak orang agar menghindari jenis makanan tersebut. Meskipun terbilang mematikan, penyakit ini sebenarnya dapat dicegah dengan mengonsumsi makanan yang menyehatkan.

Dilansir dari Medical News Today (22/07) berikut ini 5 makanan dan nutrisi yang terbukti ampuh dalam menurunkan risiko penyakit kanker payudara.

1. Buah-buahan dan Sayur-sayuran

Dalam sebuah penelitian terhadap 91.779 wanita, menemukan bahwa rutin mengonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran dapat mengurangi risiko kanker payudara hingga 15%. Baik buah maupun sayur merupakan makanan yang kaya akan flavonoid dan karotenoid. Kedua senyawa tersebut terbukti memiliki berbagai manfaat medis, seperti mencegah kanker payudara para wanita.

Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa makanan yang dikemas kedua senyawa tersebut untuk membantu mencega kanker payudara ada seperti sayuran hijau gelap, misalnya kangkung, wortel dan brokoli. Untuk buah-buahan peneliti menyarankan untuk memasukkan buah beri dan buah persik. Selain itu, para peneliti telah mengaitkan beta karoten atau pigmen warna pada sayuran wortel dengan risiko kanker payudara yang lebih rendah.

Sehingga pada penelitiannya tersebut, para peneliti berspekulasi bahwa rutin makan wortel dan jenis sayuran lainnya bisa mengganggu proses pertumbuhan sel kanker. The United States Department of Agriculture (USDA) merekomendasikan untuk mengonsumsi lima sampai sembilan porsi buah dan sayuran segar dalam sehari.

2. Kandungan Serat dan Antioksidan

Sebuah meta-analisis 2013 mengatakan bahwa kanker payudara bisa terjadi karena kelebihan senyawa estrogen dalam tubuh. Karenanya penting untuk menjaga estrogen agar tetap pada porsi yang cukup. Makan makanan yang tinggi serat terbukti dapat menjaga estrogen dengan mempercepat eliminasi estrogen. Penelitian mengatakan kandungan serat mendukung sistem pencernaan dan pembuangan limbah dalam tubuh secara teratur.

Dalam proses tersebut juga bisa membuat kelebihan estrogen. Sehingga tubuh terbebas dari racun dan membatasi kerusakan pada tubuh. Cara serat mengikat estrogen dalam usus juga bisa mencegah tubuh menyerap terlalu banyak estrogen. Faktor-faktor inilah yang berhubungan langsung pada pengurangan risiko kanker payudara. Makanan yang mengemas kandungan serat ada misalnya seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian dan kacang-kacangan.

Selain serat beberapa jenis makanan tersebut juga mengandung antioksidan termasuk beta karoten dan vitamin C dan E. Antioksidan dapat membantu mencegah banyak penyakit dengan mengurangi jumlah radikal bebas, seperti zat limbah yang diproduksi oleh tubuh secara alami. Dietary Guidelines for Americans 2015-2020 merekomendasikan asupan hingga 33,6 gram serat sehari, tergantung pada usia dan jenis kelamin seseorang.

3. Lemak Baik

Lemak tidak semuanya dapat berakibat buruk pada tubuh. Jenis lemak baik justru dapat melindungi tubuh dari risiko penyakit termasuk penyakit kanker payudara. Jenis lemak baik tersebut dikenal dengan sebutan lemak tak jenuh ganda dan tak jenuh tunggal. Lemak baik tersebut bisa didapatkan dalam kandungan minyak zaitun, alpukat, kacang-kacangan, biji-bijian.

Selain itu ikan air dingin seperti salmon dan herring juga mengandung lemak tak jenuh ganda yang sehat atau yang disebut dengan omega-3. Omega-3 juga dapat membantu mengurangi risiko kanker payudara. Hal tersebut juga dibuktikan oleh sebuah penelitian tahun 2015 yang melibatkan lebih dari 3.000 wanita.

Dalam penelitian tersebut ditemukan bahwa wanita yang mengonsumsi omega-3 dalam tingkat yang tinggi, memiliki risiko kekambuhan kanker payudara 25% lebih rendah selama 7 tahun ke depan. Manfaat dari asam lemak omega-3 ada pada kemampuannya mengurangi peradangan. Nah, peradangan tersebutlah yang menjadi faktor penyebab kanker payudara. Jika peradangan berkurang, maka risiko kanker juga berkurang.

4. Kedelai

Kedai adalah sumber makanan sehat yang dapat membantu mengurangi risiko kanker payudara. Dalam kedelai terdapat kandungan baik seperti protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral. Selain itu kedelai juga mengemas antioksidan yang dikenal sebagai isoflavon. Menurut sebuah studi pada tahun 2017 menemukan bahwa pada 6.235 wanita yang mengasi isoflavon yang lebih tinggi dikaitkan dengan penurunan angka kematian pada penderita kanker payudara.

Dalam penelitian itu juga ditemukan bahwa kedelai bisa membantu mengurangi kadar Low Density Lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat dan menurunkan risiko penyakit jantung. Kondisi ini adalah faktor yang dapat menurunkan peradangan sebagai penyebab munculnya kanker payudara. Kedelai dapat dikonsumsi dalam beberapa olahan yang enak pada makanan dan minuman. Seperti tahu, tempe, susu atau jadikan kacang kedelai sebagai camilan harian yang menyehatkan.

Beberapa oran mungkin khawatir karena kedelai mengandung isoflavon yang menyerupai estrogen. Namun, para peneliti mencatat bahwa estrogen tidak sama dengan isoflavon sehingga keduanya tidak mungkin bekerja dengan cara yang sama. Menurut penulis pada North American Menopause Society menyimpulkan bahwa isoflavon tidak meningkatkan risiko kanker payudara, justru senyawa tersebut mampu menurunkan risiko.

5. Teh Hijau

Selain makanan, juga terdapat minuman yang bisa dijadikan obat untuk pencegahan risiko kanker payudara. Hal tersebut dibuktikan oleh sebuah penelitian Min Zhang dari Universitas Western, Australia. Penelitian tersebut melibatkan wanita sebanyak 2.108 dari Kota Hangzhou, China yang sebagian dari mereka menderita kanker payudara.

Penelitian itu dilakukan mulai dari Juli 2004 sampai dengan September 2005. Selama ini para wanita tersebut diminta untuk rutin meminum teh hijau sebagai minuman harian mereka. Selain teh hijau, para peneliti juga menganjurkan untuk mengombinasikan dengan jamur kancing. Hingga pada hari akhir penelitian, ditemukan bahwa risiko kanker payudara secara signifikan menurun.

Menurut para peneliti, mengombinasikan teh hijau dan jamur lebih efektif dibandingkan hanya mengonsumsi jamur saja. Penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Internasional Kanker ini mengatakan bahwa hasil temuannya tersebut berpotensi melindungi wanita dari berkembangnya kanker payudara atau bahkan dapat mencegah risiko kanker payudara.