Epic Big Win
Berita Bola, Balapan, Basket, Gadget dan Travel

Berdiri 25 Tahun, Rumah Pohon Terbesar di Dunia Terbakar

18

Crossville – Rumah pohon terbesar di dunia telah berdiri lebih dari 25 tahun. Namun secara misterius rumah pohon ini terbakar.

Berlokasi di Crossville,Tennesse, Amerika Serikat, penyebab kebakaran yang menghancurkan rumah pohon yang dikenal sebagai Horrace Burgess’s Tree House ini belum diketahui. Pemadam kebakaran mengaku tidak ada saksi mata yang melihat awal mula kebakaran ini terjadi.

“Kecuali ada seseorang yang datang dan memberi tahu kami bahwa mereka melihat seseorang melakukannya.Anda mungkin tidak akan pernah tahu apa penyebab kebakaran ini,” kata Pemadam kebakaran Kota Cumberland.

Para pemadam kebakaran menerima telepon bahwa rumah pohon telah terbakar pada 22 Oktober lalu pukul 10.30 malam waktu setempat. Tetapi, pada saat mereka tiba, tidak banyak yang dapat mereka lakukan untuk menyelamatkan rumah pohon ini.

Rumah pohon ini berlokasi sekitar 100 mil sebelah timur Nashville. Karena ukurannya yang besar, rumah pohon ini dinobatkan menjadi yang terbesar di dunia pada Guiness Book of World Records dan menjadi tempat wisata yang digemari wisatawan.

Dilansir Travel +Leisure, seorang arsitek bernama Horace Burgess memulai pembangunan rumah pohon ini pada tahun 1993. Dia berharap ini akan menjadi rumah pohon terbesar di dunia pada saat itu. Menurut ceritanya, ketika dia kehabisan kayu, dia memohon kepada Tuhan, lalu orang-orang di sekitar area pembangunan rumah pohon datang dan mendonasikan kayu untuknya.
Bangunan rumah pohon memiliki 8 kamar yang ada di 5 lantai. Rumah ini dibangun perlahan selama 12 tahun, dengan penambahan kamar karena ada kelebihan donasi kayu.

Tempat ini memiliki beberapa teras, menara yang terdapat lonceng bergantung serta labirin kamar yang saling terhubung. Uniknya, rumah pohon ini gratis bagi siapa saja yang ingin menginap.

Namun, Dinas pemadam kebakaran kota Tennessee menutup rumah pohon ini pada tahun 2012 karena beberapa alasan. Rumah pohon ini dicap akan membahayakan keselamatan karena tidak memiliki alat penyiram atau alarm kebakaran. Namun, meskipun begitu masih banyak turis yang berdatangan ke rumah pohon ini.

Burgess, sebagai arsitek yang membangun rumah ini menetapkan larangan pada pengunjung yang datang, yaitu dilarang merokok.