Epic Big Win
Berita Bola, Balapan, Basket, Gadget dan Travel

Marcus/Kevin Menang Susah Payah Ke Final, Anthony Terjegal

17

PARIS – Ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo lolos pertama ke final Turnamen BWF French Open 2019. Unggulan pertama andalan Indonesia itu harus bersusah payah saat menyingkirkan ganda Taiwan, Liao Min Chun/Su Ching Hen.

Juara Denmark Open itu dibuat jatuh bangun untuk meredam lawannya yang bermain penuh semangat. Setelah brrtarung 43 menit, Marcus/Kevin mampu menaklukkan Liao/Su dalam straight game 21-18, 23-21 di laga ketiga Stade Pierre De Coubertin, Paris, Prancis, Sabtu (26/10) petang ini WIB.

Sejak game pertama, Minions mendapat perlawanan sengit dari Liao/Su yang tampil agresif. Duet Taiwan ini selalu membuat Minions tertinggal dalam perolehan angka 4-7, 6-7, 8-9, 9-9, 10-11, 11-11, 12-12, 13-12, 15-15. Minions mulai bisa lepas dari tekanan ketika unggul 17-15, 20-17, dan menutup game pertama 21-18 dalam waktu 18 menit.

Sama seperti di game pertama, ganda Taiwan yang bermain efektif benar-benar menguras tenaga Marcus/Kevin yang dipaksa kejar-kejaran dalam perolehan angka. Sejak imbang 2-2, 3-3, hingga 10-10. Setelah sempat unggul 11-10, Marcus/Kevin dipaksa kembali bermain imbang 13-13.

Minions kembali berhasil keluar dari tekanan Liao/Su ketika unggul 14-13, 18-15. Namun, duet Liao/Su benar-benar ulet dalam memberikan perlawanan. Mereka mampu balik unggul 20-18 setelah meraih lima angka beruntun. Beruntung, Minions mampu memaksakan deuce untuk memperpanjang napas. Setelah bertarung sengit, Minions menang 23-21.

Kemenangan sengit ini menjadi tiket bagi ganda putra peringkat satu dunia itu ke final Turnamen BWF World Tour Super 750. Minions menunggu pemenang antara ganda India Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty melawan unggulan kelima dari Jepang Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe.

Sayang, dalam laga pertama, tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting kandas di semifinal. Unggulan kedelapan itu dipaksa mengakui keunggulan juara bertahan asal China, Chen Long dengan skor 19-21, 18-21. Hasil ini menjadi antiklimaks permainan Anthony yang di perempat final menghentikan rekor 28 kemenangan Kento Momota.